السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
THE Tiger Of Dragon

Kamis, 28 Maret 2013

Ilmu dan Mantra Pelet Bujang Gadis

Ilmu dan Mantra Pelet Bujang Gadis dari Lampung
Sriwijaya Post - Minggu, 14 Oktober 2012 10:23 WIB
PELLL.JPG
Kompas.com/Ni Luh Made Pertiwi F.
Kertas berisikan mantra bujang-gadis yang berbentuk memanjang, koleksi dari Museum Negeri Provinsi Lampung "Ruwa Jurai", Bandar Lampung, Provinsi Lampung.
Berita Terkait
SRIPOKU.COM-“Lamun anak Sulaiman, kasihini aku Siti Fatimah,” demikian kira-kira bunyi sepenggal lantunan mantra bujang-gadis seperti diungkapkan Oki Laksito, staf di Museum Negeri Provinsi Lampung “Ruwa Jurai”.

Secarik kertas usang bergambar dan bertuliskan aksara Lampung yang sudah uzur. Kertas ini menarik perhatian karena bentuknya yang memanjang dan terdiri dari gambar maupun aksara Lampung. Berbeda dengan kertas-kertas kuno lainnya.

“Ini dipakai sebagai mantra kuno, yah semacam pelet, supaya orang yang  kita sukai juga suka dengan kita,” cerita Oki.

Naskah itu terdiri dari enam halaman. Empat halaman pertama tergambar sosok laki-laki. Menurut Oki, si pembuat naskah itu adalah perempuan. Ia harus menggambarkan kesukaan laki-laki yang diincarnya ke kertas tersebut.

Maka, tergambarlah sosok laki-laki itu empat halaman pertama yang menunjukkan si laki-laki hobi memancing, senang berpesta, hingga pandai  bergaul. Baru kemudian di dua sisa halaman dituliskan mantra dalam aksara Lampung.

“Ini ditemukan di Desa Hanakau, Lampung Barat,” tutur Oki.

Namun, ini bukan sekadar mantra. Ada makna mendalam di baliknya. Baik naskah mantra bujang-gadis, maupun naskah kuno lainnya yang ditulis di media kulit kayu, bambu, hingga daun lontar, banyak yang menggunakan aksara Lampung. Ini membuktikan Lampung menjadi salah satu suku dari sembilan suku di Indonesia yang memiliki aksara.

Dari harimau sampai jalur sutera
Mantra bujang-gadis hanya satu dari koleksi-koleksi menarik lainnya di museum ini. Di lantai satu sebelah kiri, pengunjung dapat melihat sejarah alam dengan binatang-binatang langka yang hidup di Lampung lengkap dengan efek suara suasana hutan.

Masih di ruangan yang sama, tampak diorama letusan Gunung Krakatau di tahun 1883 yang menjadi legenda dunia. Selanjutnya adalah ruang koleksi berupa menhir, arca, hingga fosil manusia purba. Setelah itu beranjak ke ruangan sebelah kanan dari pintu masuk museum tersebut.

Ruang sejarah klasik Hindu Buddha mengawali pameran koleksi museum. Di sini, pengunjung bisa melihat prasasti bungkuk dan prasasti Palas Pasemah yang merupakan tertua dan berasal dari abad ke-7 Masehi pada masa Kerajaan Sriwijaya dan dipercaya sebagai cikal bakal berkembangnya tradisi tulis.

Belanjut kemudian adalah ruangan sejarah Islam yang menampilkan aneka  koleksi bernuansa Islam seperti kalirafi, prasasti, dan keramik. Islam diperkirakan masuk ke Lampung di abad ke-16 Masehi. Selanjutnya adalah ruangan filologika yang berisikan naskah-naskah kuno, salah satunya mantra bujang-gadis.

Selanjutnya adalah ruang sejarah zaman kolonial yang menampilkan beragam senjata perang baik dari pihak Belanda maupun berbagai senjata di nusantara. Salah satunya adalah pedang milik Radin Inten II, pahlawan asal Lampung yang berjuang melawan kolonial.

Keramik-keramik dari China, Eropa, maupun Jepang, ditampilkan di ruang kramalogika. Sementara di ruang numismatika dan heraldika, pengunjung bisa melihat uang kertas kuno hingga surat berharga dan stempel yang pernah digunakan di Lampung.

Terakhir adalah ruang jalur sutra yaitu jalur perdagangan dunia di abad empat sampai tujuh belas masehi. Jalur ini melintasi Lampung sebagai penghasil kopi dan lada. Hingga kini, Lampung masih menjadi pengekspor kopi terbesar di Indonesia.

Pepadun dan Saibatin
Dua suku asli Lampung ditampilkan di ruang pameran yang berada di lantai dua. Pepadun merupakan suku di pedalaman, sedangkan Saibatin di daerah pesisir. Dalam ruang pameran, pengunjung bisa melihat tradisi dua suku tersebut mulai dari kelahiran sampai kematian.

Salah satu yang menarik adalah tradisi serah sepi bilah atau asah gigi. Baik dari suku Pepadun maupun Saibatin menerapkan tradisi tersebut. Serah sepi bilah merupakan tradisi meratakan gigi yang memiliki makna pengendalian diri terhadap enam musuh dalam diri manusia.

Enam musuh yang dimaksud adalah hawa nafsu berlebihan, sifat rakus, amarah, mabuk, kebingungan, dan iri hati. Upacara tersebut diadakan saat  si anak memasuki masa remaja. Tradisi serah sepi bilah sudah ada sejak masa Hindu di Lampung.

Koleksi menarik lainnya adalah kain tapis. Ya, kain tapis memang lekat pada masyarakat Lampung. Kain tapis merupakan tenun ikat yang diberikan sulaman dengan motif-motif tertentu. Pada suku Saibatin, kain tapis disebut sebagaik kain inuh.

Motif-motif yang hadir bisa berupa pohon, lajur, riak gelombak dan binatang laut, tunas dan sulur daun, hingga motif kapal. Masyarakat sekitar pantai barat Lampung atau daerah Krui menyebut kain tenun dengan motif kapal sebagai istilah pelepal atau taber.

Rumah tua
Tepat di bagian depan museum terdapat rumah panggung tradisional khas Lampung. Rumah tua tersebut berasal dari Desa Kenali, Lampung Barat. Oleh karena itu, rumah tersebut disebut sebagai Rumah Kenali.

“Usianya sudah 325 tahun. Rumah itu kita datangkan langsung dari Desa Kenali. Sebagian kayunya  yang sebagai fondasi kami ganti, tapi sisanya masih asli,” kata Oki.

Tak hanya rumahnya, lumbung pun dibawa serta. Ada hal unik dari lumbung tersebut. Di bagian pintu terdapat alarm tradisional. Pencuri yang nekat membuka pintunya akan terkena panah beracun. Sebuah pasak dipasang di depan pintu. Jika terinjak, maka panah meluncur.

“Tidak mematikan. Biasanya si pencuri jadi kaku tangannya. Yang pasang alarm adalah anak laki-laki tertua di rumah itu dan hanya si anak itu yang tahu di mana dia taruh pijakan pemicu alarm. Bapaknya pun tidak tahu,” cerita Oki.

Berkeliling di museum ini memang tak cukup hanya satu hari. Apalagi jika  Anda dipanduk oleh petugas museum. Oleh karena itu, pihak museum juga menyediakan aneka program menarik. Dengan maksimal 10  orang, peserta bisa bebas menyentuh alat peraga yang disediakan.

“Ada lima paket yang kami sediakan sesuai temanya, mulai dari masyarakat prasejarah, Hindu Buddha, Islam, tentang tenun, dan tentang Radin Inten II. Inilah uniknya museum kami, satu-satunya museum yang koleksinya bisa disentuh. The museum that you can touch anything,”  ungkap Oki berpromosi.

Memang, tak semua yang bisa disentuh, hanya alat-alat peraga tertentu saja. Tak heran, semboyan yang dilontarkan pun “anything” bukan “everything”. Oki menuturkan beberapa koleksi bisa disentuh karena proses konservasi tidak menggunakan bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh manusia.


Museum Negeri Provinsi Lampung “Ruwa Jurai” bisa jadi salah satu museum provinsi terbaik di Indonesia. Museum yang baru saja mengalami proses revitalisasi tersebut, mendapatkan wajah baru di bulan Juli kemarin.

Museum ini hadir dengan tampilan yang lebih rapi dan nyaman. Tata cahaya setiap koleksi yang dramatis dan koleksi dibagi seturut masa maupun sesuai budaya, hingga mudah dipahami pengunjung. Belum lagi ada efek suara di salah satu ruangan.

Di bagian depan, peta menunjukkan pembagian ruangan. Jangan lupa berbelanja suvenir di area masuk. Layar televisi tak sekadar pajangan, namun menampilkan dokumentasi tentang isi museum maupun tentang Lampung itu sendiri.

Semuanya tampil apik dan menawan. Jangan kaget dengan harga tiket masuknya, hanya Rp 4.000 untuk dewasa dan Rp 500 untuk anak-anak. Museum ini hanya buka hingga pukul 14.00 dari pukul 08.00. Khusus di  hari Jumat, buka dari pukul 08.00 hingga 10.30.

Sementara untuk jasa paket pembelajaran museum hanya Rp 2.500 per orang untuk tiga jam pelajaran. Jika Anda penggemar sejarah maupun budaya, museum ini wajib dikunjungi. Pesonanya akan “memelet” Anda layaknya mantra bujang-gadis.

JADWAL MOTO GP 2013

DateGrand PrixCircuit
07 AprilQatar*Doha/Losail
21 AprilAmericasAustin
05 MaySpainJerez de la Frontera
19 MayFranceLe Mans
2 JuneItalyMugello
16 JuneCatalunyaCircuit de Catalunya
29 JuneNetherlands**TT Assen
14 JulyGermanySachsenring
21 JulyUnited States***Laguna Seca
18 AugustIndianapolisIndianapolis
25 AugustCzech RepublicBrno
01 SeptemberGreat BritainSilverstone
15 SeptemberSan Marino & Riviera di Rimini Marco Simoncelli Misano
29 SeptemberAragónMotorLand Aragón
13 OctoberMalaysiaSepang
20 OctoberAustraliaPhillip Island
27 OctoberJapanMotegi
10 NovemberValenciaRicardo Tormo-Valencia

Ket : 
* Balapan malam
** Balapan hari sabtu
*** Hanya kelas motogp

Rabu, 27 Maret 2013

QYTA TRANS - PURWOKERTO (RukoBancarKembar)-KROYA-CILACAP-SEMARANG (GUSMAN FITRA)











Qyta TRANS ~ SHUTTLE & TRAVEL PURWOKERTO - CILACAP PP VIA KROYA dan PURWOKERTO TO SEMARANG EKSEKUTIF (Armada Luxio dan ELF) Kapasitas full 5 & 9 orang @25.000 - 06.00 - 07.30 - 09.00 - 10.30 - 12.30 - 14.00 - 15.30 - 17.00 - 18.30 -19.30 " Jl HR BUNYAMIN ruko BANCARKEMBAR NO 7 PURWOKERTO 0281 641333 " Jl GATOT SUBROTO 23a CILACAP 0282 5552221 CP 087837128999
CSO :PIN BB 21199683
QYTA TRANS SEMARANG WPC (Wakaf Produktif Center) Jalan Arteri Soekarno-Hatta no.B9 Semarang
Telp: 024- 70000242 Hotline : 0857 9979 9800


Jumat, 15 Maret 2013

QYTA TRANS - PURWOKERTO (RukoBancarKembar) 1





DRIVER : ASEP, EKO, KIKI, ARY, YULI, ADHIMAS, ERWIN,
OWNER QYTA TRANS : GUSMAN FITRA
PROMOTOR : ADHIMAS

QYTA TRANS - PURWOKERTO (RukoBancarKembar) 2 (Owner: GUSMAN FITRA & Promotor ADIMAS)




















Qyta TRANS ~ SHUTTLE & TRAVEL PURWOKERTO - CILACAP PP EKSEKUTIF (Armada Luxio dab ELF) Kapasitas full 5 & 9 orang @25.000 - 06.00 - 07.30 - 09.00 - 10.30 - 12.30 - 14.00 - 15.30 - 17.00 - 18.30 -19.30 " Jl HR BUNYAMIN ruko BANCARKEMBAR NO 7 PURWOKERTO 0281 641333 " Jl GATOT SUBROTO 23a CILACAP 0282 5552221 CP 087837128999

QYTA TRANS - PURWOKERTO (RukoBancarKembar)

Jumat, 08 Maret 2013

Benteng Marlborough Bengkulu, Indonesia

Tentang Benteng Marlborough

Benteng MarlboroughBenteng Marlborough merupakan benteng terbesar yang dibangun oleh kolonial Inggris di Asia Tenggara dan terletak di pusat kota Bengkulu yang menghadap ke laut. Benteng Marlborouh berukuran 240 x 170 meter dan berbentuk persegi. Meskipun terlihat mengesankan, Benteng Marlborough hanya di gunakan dua kali yaitu pada masa pemberontakan oleh orang Indonesia (1719) dan oleh Perancis tahun 1760.
Pasukan Inggris datang ke Bengkulu (Bengcoolen sebutan orang Inggris) pada tahun 1685 dan mendirikan pos perdagangan lada. Hampir dua puluh tahun kemudian pada tahun 1713, pada masa kepemimpinan gubernur Yusuf Callet, mereka melakukan pembangunan benteng yang selesai sekitar enam tahun.
Inggris melakukan kegiatan ekonomi di Bengkulu dengan bisnis Perdagangan lada karena kurangnya lada di tanah sekitar. Inggris bersikeras untuk tinggal dan bertahan di Bengkulu selama 100 tahun 1825 meskipun di bawah perjanjian Anglo-Belanda 1824, Bengkulu dipindahkan ke Belanda.
Presiden Soekarno kemudian diinterogasi oleh Belanda selama beberapa jam di salah satu sel setelah penangkapannya pada tahun 1929. Belanda meninggalkan Bengkulu setelah Perang Dunia Kedua dan kemudian polisi Indonesia menggunakan benteng ini, setelah merdeka. Benteng Marlborough direnovasi besar- besaran pada tahun 1977 yang kemudian menjadikannya sebuah museum.
Benteng ini terletak di sebuah bukit kecil yang menghadap laut. Di dalamnya terdapat sebuah penjara, penyimpanan amunisi, barak tentara dan sebuah terowongan menuju ke luar benteng. Pintu masuk benteng terbuat dari logam besar dan tebal. Terdapat pula jembatan dengan panjang 10 meter dan pintu lain. Di balik pintu itu adalah pusat penjara dan barak yang berada di dalam benteng. Tidak ada bangunan di halaman, penjara, tempat tinggal, dapur dan kantor-kantor dibangun terpisah. Adajuga tangga ke lantai atas, dan kamu bisa menghadap ke Samudera Hindia, di lantai atas juga terdapat beberapa meriam tua dan masih asli.

Bukit KABA- GUNUNG KABA Muning raib

Tentang Gunung Kaba

Gunung KabaObyek wisata Gunung Kaba (atau Bukit Kaba) ini sangat cocok bagi kamu yang suka akan tantangan. Gunung Kaba berada di Bengkulu, lebih tepatnya di daerah Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong.
Perbukitaan Kaba merupakan salah satu sentra penghasil sayur dan buah, karena tanahnya yang begitu subur sehingga hamparan warna-warni buah dan sayur bisa di lihat dari kejauhan. Gunung bukit Kaba berupa kawah gunung yang dapat menyemburkan asam dan belerang. Sepanjang perjalanan mendaki Gunung akan di banyak menjumpai satwa liar yang berada di hutan Gunung Kaba. Pengunjung gunung berapi Bukit Kaba dapat menjangkau puncak kawah dengan hiking melintasi hutan alam. Dari puncak gunung, kamu bisa melihat pemandangan Kota Curup, gugusan pegunungan Bukit Barisan, Bukit Bungkuk, sampai Bukit Telunjuk.
Bukit Kaba merupakan gunung api kembar dengan Gunung Hitam yang telah padam. Pada puncaknya terdapat tiga buah kawah yang cukup indah untuk dinikmati. Pendakian dari kaki bukit menuju pemantang durian sekitar 4 jam perjalanan dan dari pemantang durian akan memakan waktu 2 jam untuk menuju puncak Gunung Kaba. Kamu juga bisa menikmati indahnya matahari terbit dari atas bukit. Kawah yang begitu cantik dan dikelilingi perbukitan hijau yang alami merupakan pemandangan yang tiada habisnya dalam menambah eksotisnya pemandangan di Bukit Gunung Kaba. Terdapat pula air terjun di sudut bukit yang menambah lengkap wisata alam kamu. Fasilitas tangga di lereng luar Kawah Lama memudahkan kamu untuk mencapai bibir kawah-kawah lainnya di kawasan puncak. Sumber mata air panas Air Meles ( di lereng barat daya) dan Air Sempiang (di lereng selatan) juga merupakan tempat-tempat yang potensial bagi wisata gunung api di Kabupaten Rejang Lebong.

Akses ke Gunung Kaba transport

Untuk menuju obyek wisata ini dapat melalui barat Bengkulu sekitar 90km atau melalui arah timur yaitu dari Palembang melewati Kabupaten Lahat dan Lubuk Linggau menuju Curup, perjalanan di lanjutkan ke kampung bukit Kaba dan berkemah di Desa Sumber Urip (sebelah utara Gunung) sekitar 25 km.
Naik Bus: Dari Bengkulu naik angkutan umum yang menuju kota Curup Terminal Pasar Panorama (2 jam, ongkos Rp 25.000). Di Curup terus naik angkutan tujuan Desa Sumber atau Kampung Bukit Kaba (1 jam, ongkos Rp. 10.000)

Pantai Sungai Suci Bengkulu, Indonesia

Tentang Pantai Sungai Suci

Pantai Sungai SuciMeskipun namanya Pantai Sungai suci namun di lokasi ini tidak terdapat Sungai seperti namanya. Pantai Sungai Suci merupakan salah satu obyek wisata andalan di Kabupaten Bengkulu Tengah, Propinsi Bengkulu. Wisatawan yang berkunjung ke lokasi itu, selain untuk melihat hamparan pasir di sepanjang pantai, juga menyaksikan pemandangan laut lepas hingga ke Samudra Indonesia. Dan akan terasa lebih indah menyaksikan fenomena alam tenggelamnya matahari di sore harinya. Di sini juga menjadi tempat untuk mencari batu akik karena cukup banyak di sepanjang pantai.
Karena menjadi tempat wisata maka di lokasi pantai telah di bangun berbagai fasilitas antara lain tempat pemancingan, jalan aspal dan shelter.

Minggu, 09 Desember 2012

SKRIPSI KEHUTANAN TERBARU


STUDI ETNOBOTANI PADA MASYARAKAT TRADISIONAL SUKU REJANG DESA EMBONG IJUK KECAMATAN BERMANI ILIR KABUPATEN KEPAHIANG  PROVINSI BENGKULU















SKRIPSI



Oleh :


Oki Mantra
NPM. E1B007035




JURUSAN KEHUTANAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2012






STUDI ETNOBOTANI PADA MASYARAKAT TRADISIONAL SUKU REJANG DESA EMBONG IJUK KECAMATAN BERMANI ILIR KABUPATEN KEPAHIANG  PROVINSI BENGKULU


SKRIPSI
Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh derajat
Sarjana Kehutanan pada Fakultas Pertanian
Universitas Bengkulu



Oleh

Oki Mantra
NPM. E1B007035


Pembimbing

Dr. Ir. Wiryono, M.Sc
Erniwati, S.Hut, M.Sc




Bengkulu
2012




STUDI ETNOBOTANI PADA MASYARAKAT TRADISIONAL SUKU REJANG DESA EMBONG IJUK KECAMATAN BERMANI ILIR KABUPATEN KEPAHIANG  PROVINSI BENGKULU


Oleh :


Oki Mantra
NPM. E1B007035

Telah diperiksa dan disetujui untuk diuji pada tanggal :
25 Oktober 2012
Pembimbing Utama


Dr. Ir. Wiryono, M.Sc
NIP. 19600702 198603 1 001

            Pembimbing Pendamping



            Erniwati, S.Hut, M.Sc
            NIP. 19740902 200012 2 001


Mengetahui,
Fakultas Pertanian
Dekan



                                                    Prof. Dr. Ir. Dwinardi Apriyanto, M.Sc
                                                    NIP. 19580421 198403 1 002













STUDI ETNOBOTANI PADA MASYARAKAT TRADISIONAL SUKU REJANG DESA EMBONG IJUK KECAMATAN BERMANI ILIR KABUPATEN KEPAHIANG  PROVINSI BENGKULU


Oleh :


Oki Mantra
NPM. E1B007035

Telah diperiksa dan disetujui untuk diuji pada tanggal :
25 Oktober 2012
Sekretaris


Dr. Ir. Wiryono, M.Sc
NIP. 196007021986031001

            Anggota



            Erniwati, S.Hut, M.Sc
            NIP. 197409022000122001
Ketua



Dr.Ir. Agus Susatya, M. Sc
NIP. 196108161987031002
            Anggota



            Dr. Yansen, S.Hut, M.Sc
            NIP. 197701132002121002


Mengetahui,
Fakultas Pertanian
Dekan



                                                    Prof. Dr. Ir. Dwinardi Apriyanto, M.Sc
                                                    NIP. 195804211984031002











PERNYATAAN

Saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “Studi Etnobotani Pada Masyarakat Tradisional Suku Rejang Desa Embong Ijuk Kecamatan Bermani Ilir Kabupaten Kepahiang  Provinsi Bengkulu” ini merupakan karya saya sendiri (ASLI). Dan dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar akademis di suatu institusi pendidikan, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis dan/atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalan naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.




                                                                                    Bengkulu,  25 Oktober 2012



Oki Mantra
NPM. E1B007035

           

























RINGKASAN


STUDI ETNOBOTANI PADA MASYARAKAT TRADISIONAL SUKU REJANG DESA EMBONG IJUK KECAMATAN BERMANI ILIR KABUPATEN KEPAHIANG  PROVINSI BENGKULU. (Oki Mantra, dibawah bimbingan Bapak Wiryono  dan Ibu Erniwati.  2012)

Indonesia merupakan salah satu negara megabiodiversity terbesar di dunia yang kaya akan sumber daya hayati. Ini menyebabkan Indonesia menduduki urutan kedua setelah Brazil yang cukup dikenal sebagai surganya keanekaragaman hayati dunia. Hutan tropis yang sangat luas beserta keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya merupakan sumber daya alam yang tak ternilai harganya. Indonesia juga dikenal sebagai gudangnya tumbuhan obat sehingga mendapat julukan laboratorium alam.
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis-jenis pohon dan manfaatnya di Desa Embong Ijuk dan untuk mengetahui apakah generasi muda di Desa Embong Ijuk mewarisi pengetahuan tentang jenis-jenis pohon dan manfaatnya.
Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan metode stratified random sampling. Banyaknya sampel yang diambil 10% . Berhubung Desa Embong Ijuk terbagi atas 5 dusun, maka sampel yang di ambil harus mewakili dari setiap dusunnya. Dalam penelitian ini kriteria pohon yang diambil sebagai acuan yaitu yang memiliki Diameter minimal 10 cm dan tinggi minimal 3 meter dan sampel (responden) yang diambil berdasarkan kelas umur. Kemudian disetiap umur dipilih sampel secara acak.
Semua data yang diperoleh dari lapangan berdasarkan hasil kuisioner, dianalisa secara deskriptif dan analisa kuantitatif.  Analisa deskriptif adalah uraian secara verbal terhadap data-data hasil penelitian yang ditujukan untuk penjelasan agar mudah dipahami, dimana data kualitatif  ini berbentuk tabel, kata, kalimat atau gambaran. Analisis korelasi dilakukan untuk melihat korelasi antara umur dan tingkat pengetahuan  (jumlah jenis tumbuhan yang diketahui, jumlah macam pemanfaatan yang diketahui). Untuk mengetahui hubungan antara dua variabel digunakan  analisis regresi.
Hasil penelitian menunjukkan  Penduduk suku Rejang di Desa Embong Ijuk mengenal dan memanfaatkan jenis-jenis tumbuhan sebanyak 68 jenis pohon berdasarkan para tokoh masyarakat/narasumber/dukun. Dan 40 jenis pohon dari 21 famili dalam perolehan data yang dikategorikan pemanfaaatan berdasarkan jumlah responden yang menjawab dengan benar yaitu kategori jenis tumbuhan yang dipakai sebagai makanan yaitu 21 jenis, Kayu pertukangan 15 jenis, Kayu bakar 10 jenis, Kerajinan 5 jenis, dan untuk obat-obatan 20 jenis yang berasal dari hutan, kebun dan pekarangan.
Karena perbedaan etnografi dan fisiografi berperan nyata dalam pemanfaatan tumbuhan berdasarkan kategori tersebut maka disarankan untuk melakukan penelitian yang sama di kelompok etnis Rejang yang mendiami zona ekologis lainnya di Kabupaten Kepahiang.
(Program Studi Budidaya Hutan, Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu).



KATA PENGANTAR

            Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena penulis diberi kekuatan untuk menyelesaikan skripsi ini. Shalawat dan salam penulis haturkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Dalam pelaksanaan penelitian hingga penulisan skripsi ini begitu banyak bantuan dan dukungan semua pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Wiryono, Ph.D selaku dosen pembimbing utama dan Ibu Erniwati, S.Hut, M.Sc selaku dosen pembimbing pendamping, yang telah banyak meluangkan waktu dan pemikirannya untuk memberikan bimbingan, arahan, motivasi dan koreksi selama pelaksanaan penelitian hingga penulisan skripsi ini. Bapak dan Ibu dosen yang telah banyak menanamkan ilmu pengetahuan dan pengalamannya, staf karyawan Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, namun demikian penulis berharap semoga dalam kesederhanaan tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Bengkulu, 25 Oktober 2012


Oki Mantra











VI. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN


4.1 Letak dan Keadaan Wilayah
  Desa Embong Ijuk termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Bermani Ilir Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. Desa Embong Ijuk memiliki luas wilayah 357,75 Ha dengan jumlah 571 KK dan memiliki jumlah penduduk 2413 jiwa dan memiliki 5 dusun. Secara administratif batas wilayah Desa Embong Ijuk selengkapnya disajikan pada tabel 2.
Tabel 2. Batas Wilayah Desa Embong Ijuk
Letak Batas
Batas Wilayah Desa
Sebelah Utara
Desa Gunung Agung
Sebelah Selatan
Desa Talang Pito
Sebelah Barat
Desa Kota Agung
Sebelah Timur
Desa Keban Agung
Sumber : Monografi Desa Tahun 2011
Desa Embong ijuk berjarak ke Kecamatan 1 Km, 21 Km dari Kota Kabupaten Kepahiang dan ± 81 Km dari  Ibu  Kota  Propinsi Bengkulu.

4.2  Luas Wilayah Desa Menurut Penggunaannya.
            Luas wilayah Desa Embong Ijuk secara keseluruhan adalah 357,75  Ha dengan keadaan topografi relative datar (Dataran) untuk mengetahui luas wilayah menurut penggunaannya disajikan pada Tabel 3.
Tabel 3. Tata Guna Lahan Desa Embong Ijuk
No.
Penggunaan
Luas (Ha)
Persentase (%)
1.
Pemukiman
234,21
65,46
2.
Bangunan

-

a.       Perkantoran
2
0,56

b.      Sekolah
2
0,56

c.       Pertokoan
-
-

d.      Pasar
-
-

e.       Terminal
-
-

f.       Tempat Ibadah (1 Masjid)
g.      Kuburan (TPU)
h.      Jalan
i.        Lain-lain
2,1
1
-
-
0,59
0,28
-
-
3.
Persawahan (sawah tadah hujan)
13,5
3,77
4.
5.
6.
Ladang/perkebunan rakyat
Pertanian
Perikanan
87,94
12,5
2,5
24,58
3,49
0,70


357,75
100
Sumber : Monografi Desa Tahun 2011

4.3  Keadaan Penduduk
            Jumlah penduduk Desa Embong Ijuk 571 KK dengan 2413 Jiwa, dengan komposisi 1117 jiwa laki-laki dan 654 jiwa perempuan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4 di bawah ini.

Tabel 4. Jumlah Penduduk Desa Embong Ijuk Menurut Usia
Usia (Tahun)
Laki-laki (Jiwa)
Perempuan (Jiwa)
Jumlah (Jiwa)
0 - 6
118
121
239
7 - 12
158
182
340
13- 18
167
207
374
19 - 24
155
212
367
25 - 55
325
324
649
56 - 79
168
201
369
>80
26
47
75
Jumlah
1117
1294
2413
Sumber : Monografi Desa Tahun 2011


4.4  Pekerjaan Penduduk
            Berdasarkan karakteristik pekerjaan penduduk di Desa Embong Ijuk dapat dilihat pada Tabel 5 sebagai berikut:
Tabel 5. Rincian Pekerjaan Penduduk Desa Embong Ijuk
Pekerjaan Penduduk
Jumlah penduduk (Jiwa))
Pegawai Negeri Sipil (PNS)
15
Petani
800
Pedagang
16
Tukang dan mesin padi
7
Buruh Harian
197
Jasa Angkutan
10
Total
1045
Sumber : Monografi Desa Tahun 2011

4.5  Pendidikan Penduduk
Masyarakat Desa Embong Ijuk rata-rata tingkat pendidikannya tamatan SD. Pendidikan penduduk dapat dilihat pada Tabel 6 sebagai berikut:
Tabel 6. Keadaan Penduduk Desa Embong Ijuk Berdasarkan Pendidikan
Pendidikan
Jumlah (Jiwa)
-          Buta Aksara
2044
-          Taman Kanak-kanak (TK)
17
-          Tamat SD
   205
-          Tamat SLTP
96
-          Tamat SLTA
27
-          Tamat Akademi/Tamat Perguruan Tinggi
10
14
Jumlah
2413
Sumber : Monografi Desa Tahun 2011






4.6  Iklim
            Keadaan iklim di Desa Embong Ijuk dapat dilihat pada Tabel 7 sebagai berikut:
Tabel 7. Iklim Desa Embong Ijuk
Keadaan Iklim
Rata-rata
1.      Suhu/ Temperatur
23, 6 oC
2.      Kelembaban Udara
86,5
3.      Curah Hujan
18 mm
4.      Intensitas cahaya
Max = 29,3 & Min = 20,3
Sumber : BMKG Tahun 2012